Oct 03
Sekali kalinya pengen bikin cumi telor asin, :( lessonlearnnya kali ini,karena udah pake cumi telor asin, kecap asinnya dikit ajah, ngasiin terakhir aja deh, begitu dirasa kurang asin, baru pake. Tapi kayaknya sih ga usah juga gpp. Kecuali kalo merendam cuminya lebih dari 2 jam hehehe.. mungkin asinnya udah berkurang banyak.
Poto? ntar ah, masih belom
Oct 02
Seperti prediksi sebelumnya, peserta bubar kali ini tidak banyak, cuma 6 orang. Balunger yang hadir adalah: 3D (Danoe, Dedi, Data), Lukman, Azhar dan saya sendiri.
Sebelumnya kita sempet sharing info tentang kegiatan yang dilakukan oleh rekan-rekan linuxer malang lainnya, baik itu KPLI Malang dan kolam, selain itu juga mencoba menggali informasi tentang komunitas linux lainnya, seperti [...]
Oct 02
Baru saja saya menerima email pemberitahuan bahwa aplikasi yang saya ajukan sebagai relawan untuk pengujian Fedora 10 (Cambridge), yang saat ini masih dalam status Beta, di atas platform OLPC disetujui.
Syaratnya gampang, yang penting kita punya waktu setidaknya 20 jam selama bulan oktober 2008, yang kita alokasikan untuk proses pengujian ini. Keterangan lengkapnya bisa diliat di [...]
Oct 01
Dari Tabloid Nyata Edisi Oktober 2006
Ciri Umum Daging Yang baik
1. Daging yang berkualitas memiliki ciri ciri :
Berwarna merah segar (tidak pucat maupun kebiruan)
Berbau segar (tidak busuk atau berbau asam)
Bertekstur lembab dan mengkilat
2. Hati hati jika mendapati daging dengan warna merah menyala dan mencurigakan. Sebab ada sebagian penjual daging yang nakal menambahkan pewarna merah pada daging.
3. Selain itu daging yang baik jika dipegang masih terasa basah namun tidak lengket di tangan, elastis dan tidak lembek
Hati hati dengan daging sapi glonggongan.
Dewasa ini beredar kabar tidak sedap soal daging sapi glonggongan (daging sapi dari sapi yang dipaksa untuk meminum air sebanyk banyaknya sebelum disembelih). Bagaimana cirinya :
1. Daging sapi normal dengan daging sapi glonggongan nyaris tidak bisa dibedakan. Namun jika diteliti dengan cermat, daging glonggongan akan terlihat lebih basah dariapda daging sapi normal.
2. Disamping itu daging mengeluarkan air terus menerus. Dan para penjual...
Oct 01
Skleroderma, pernah dengar? Well, saya sudah mendengarnya sejak saya mulai mengerti hidup ini, :) ya kira kira kelas kelas 3 SD gitu lah. Skleroderma adalah penyakit yang membawa ibu saya ke akhir hayatnya. Karena penyakit ini jarang yang tau, jadilah banyak yang nanyain, apa sih itu skleroderma.
Kalo katanya om Wiki, pengertiannya seperti ini ;
Scleroderma is a chronic disease characterized by a hardening[1] or sclerosis[2] in the skin or other organs. The localized type of the disease, forms of which also known as "morphea",[3] while disabling, tends not to be fatal. The systemic type or systemic sclerosis, the generalized type of the disease, can be fatal as a result of heart, kidney, lung or intestinal damage autoimmune disease.[4]
Kira kira terjemahannya adalah sebuah penyakit kronis yang ditandai dengan adanya pengerasan atau sklerosis pada kulit atau organ lain. Tipe lokal dari penyakit ini dikenal dengan nama "morphea", cenderung tidak fatal. Tipe lainnya adalah tipe...
Sep 26
Dua hari yang lalu pas chat ama Danoe, tiba-tiba dapet wangsit. Begini bunyi wangsitnya : “Hai kau yang sedang di depan laptop, buatlah acara berbuka puasa bersama dengan golonganmu, sehingga tidak terputus silaturahmi di antara kalian”.
Akhirnya ya gini deh, jadi ada acara dadakan … ayo ayo buka puasa bersama, bareng para pengguna linux di brawijaya.
Waktu: [...]
Sep 22
Segala "perangkat" baik itu otak,akal, rasa, fisik dan lain sebagainya yang melekat pada diri kita tentu diberikan bukan tanpa maksud dan tanpa tujuan tentu dengan segala konsekuensinya. Apabila kita bisa mengetahui, memahami dan mengerti maksud,tujuan dan konsekuensi dari itu semua tentunya kita akan berupaya mengoptimalkan semua perangkat yang ada untuk memenuhi maksud dan tujuan tersebut.
Sering kali ketika kita belajar sesuatu semakin dalam maka semakin kita merasa kita ini semakin tidak tahu apa-apa *bodoh*.
Sering kali ketika kita berusaha habis-habisan untuk mengejar/mendapatkan/menuju sesuatu semakin kita merasa betapa waktu begitu cepat berjalan dan berartinya sebuah waktu.
Menurut saya hal yang cukup "licin" yang bisa menjebak kita apabila sebuah tujuan itu sudah berubah menjadi obsesi. Obsesi yang saya maksudkan disini adalah sebuah tujuan yang "harus" terwujud yang menjebak kita masuk pada area psikologis pada pikiran kita bahwa kita yang menjadi "penentu".
Bukankah kita dikasih otak untuk berpikir yang digunakan untuk memutuskan atau menentukan ? ya benar menjadi penentu dalam memutuskan "sikap" kita. Dapatkah kita menentukan kondisi diluar diri kita ? ya kita bisa "berkontribusi" menentukan kondisi tapi tidak sepenuhnya itu adalah kontribusi full dari kita, karena banyak parameter dan variable lain diluar kita yang juga mempengaruhi kondisi tersebut.
Contoh simplenya:saya ingin rumah saya menjadi warna putih (menentukan sikap), untuk menjadikan rumah saya menjadi warna putih maka saya harus mengkondisikan rumah saya yaitu dengan cara mengecat rumah saya dengan cat warna putih, untuk mengecat rumah dengan warna putih maka saya harus mendapatkan cat warna putih (variable diluar diri kita) untuk itu saya akan membeli cat warna putih dan saya pergi ke toko cat -sikap berusaha-,
ketika pergi ke toko cat bisa terjadi berbagai kemungkinan, cat warna putih tidak ada, toko tutup, penjualnya tidak ada -kondisi diluar kontrol kita-
kondisi yang lain, cat warna putih ada, penjualnya ada, duit kita cukup, kita dapat discount, cuaca cerah sehingga kita bisa mengecat rumah - kondisi sesuai dengan yang kita harapkan *bukan kita yang menentukan*-
Apabila variable-variable diluar tersebut ternyata sinkron -baca:approve- dengan harapan kita tentunya tidak berlebihan kalau kita bilang "KITA SEDANG BERUNTUNG"
Apakah "kondisi beruntung" itu kita bisa dapat tanpa kita harus berusaha optimum ?
Tentu tidak ada ruginya kalau kita selalu berusaha optimum, kalau mengikuti hukum aksi reaksi apabila kita beraksi/berusaha secara optimum mestinya hasilnya akan optimum pula.
Mungkin suatu hasil usaha yang kita "anggap" adalah sebuah "keberuntungan" merupakan hasil/impact dari usaha kita yang optimum pada usaha kita sebelum-sebelumnya yang tidak kita sadari.
Sep 22
Berhidup tak lepas dari berharap pengampunan, jika esok mentari tetap bersinar itu berarti masih ada waktu untuk bersimpuh. Putih dan hitam hanyalah pantulan cahaya diri, yang tak pernah terhentikan tuk warnai sebuah perjalanan.
Berhenti sejenak pada tepi titian, untuk kembali bersimpuh di kedua kaki orang tua. Berharap ampunan atas bakti yang tak pernah sempurna, dan restu [...]